Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2012

Sumber Pencatatan dan Bukti Pencatatan

Sumber pencatatan

Tanda bukti transaksi dipakai sebagai bukti pencatatan yang merupakan bukti sumber dalam proses siklus akuntansi. Jika digambarkan siklus akuntansi pada tahap pencatatan adalah sebagai berikut :
Sumber pencatatan - jurnal - buku besar

Macam-macam bukti pencatatan
Bukti pencatatan ada yang berasal dari transaksi itu sendiri sebagai pendukungnya, tetapi ada juga yang dibuat untuk internal perusahaan.

Buku transakasi internal

Bukti transaksi internal adalah bukti transaksi yang dibuat khusus oleh pihak internal dan digunakan untuk pihak internal perusahaan. Berikut bukti transaksi internal perusahaan.
1) Bukti kas masuk
Tanda bukti bahwa perusahaan telah menerima uang secara tunai (cash).

2) Bukti kas keluar
Tanda bukti perusahaan yang telah mengeluarkan uang tunai, seperti pembelian tunai, pembayaran gaji, pembayaran utang, atau pengeluaran-pengeluaran lainya.

3) Memo
Bukti pencatatan antar bagian atau antar manajer dan bagian-bagian yang ada di perusahaan.

Bukti transaksi ekternal

Adalah bukti transaksi yang berubungan dangan pihak luar, bukti tersebut dapat berupa kuitansi, faktur, nota kontan, nota debet, nota kredit, dan cek.

1) Faktur
Adalah tanda bukti yang terjadi pembelian atau pennjualan secara kredit. Faktur dibuat oleh penjual dan diberikan kepada pihak pembeli.

2) Kuitansi
Bukti penerimaan sejumalh uang yang ditanda tangani oleh penerima uang dan disertakan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.

3) Nota
Bukti atas pembayaran terhadap sejumlah layanaan yang telah diberikan kepada oleh suatu perusahaan secara tunai . nota dibuat oleh pedagang dan diberikan kepada pembeli.

4) Nota debet
Tanda bukti perusahaan yang telah mendebeit perkiraan pelangganya yang disebabkan olleh berbagai hal. Nota debit dikirimkan perusahaan kepada pelanggan karena barang yang dibeli dikembalikan disebabkan rusak, atau tidak sesuai dengan pesanan dan penjual setuju dengan barangnya diterima kembali atau harganya dikurangi.

5) Nota kredit
Adalah bukti perusahaan telah mengkredit perkiraan pengganya yang disebabkan oleh berbagai hal. Nota kredit dikirim oleh perusahaan kepada langgananya sesuai dengan pihak yang tidak cocok atau rusak, untuk itu penjual setuju menerima barangnya.

6) Cek
Surat perintah yang dibuat pihak yang mempunyai rekening dibank agar bank membayar sejumlah uang kepada pihak yang namanya tercantum didalam cek tersebut.

Struktur Dasar Persamaan Akuntansi

Setiap perusahaan pasti memiliki aktiva yang digunakan untuk melanjutkan kegiatan usahanya. Namun, tidak semua kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut berasal dari kekayaan pribadi tapi diperoleh juga dari luar pemilik usaha tersebut. Kekayaan yang berasal dari luar disebut hutang atau kewajiban. Dalam akuntansi basarnya modal dan kewajiban disebut pasaiva dan persamaan itu harus sama dengan aktiva.

Aktiva yang dimiliki perusahaan merupakan sarana untuk melakukan kegiatan perusahaan. Melalui suatu transaksi-transaksi terjadi perubahan aktiv, modal, dan kewajiban. Dengan demikian pecatatan akuntansi sangat diperlukan :

Transaksi bisnis

Suatu perusahaan memiliki suatu usahan dengan beorintasi untuk memperoleh laba. Oleh karena itu berkaitan dengan operasi perusahaan memerlukan dana untuk melakukan pembayaran terhadap berbagai transaksi. Dengan demikian, setiap kejadian dan hasil dari operasi tersebut akan langsung mempengaruhi perusahaan dan harus dicatatat oleh perusahaan yang bersangkutan maka dari itu dinamakan transaksi bisnis.

Pencatatan transaksi keuangan atau bisnis pada dasarnya dibedakan menurut pihak yang melakukan, yaitu transaksi keuangan intern dan transaksi exteren.

1. Transaksi internal
Adalah serangkaian yang terjadi secara internal tanpa telibat oleh pihak luar perusahaan. Contohnya : penetapan pemakaian perlengkapan kantor dan penetapan piutang tak tertagih.

2. Transaksi ekterenal
Adalah serangkaian traksaksi yang bekaitan dengan operasi perusahaan, misalnya : pembelian peralatan, dan pertukaran barang dan jasa.

Menurut sumbernya transaksi keuangan dibedakan menjadi dua yaitu:

3. Transaksi modal
Adalah serangkaian transaksi yang mempengaruhi modal pemilik (persero) perusahaan. Contoh: transaksi modal yaitu setoran modal dan penarikan atau pengambilan modal.

4. Transaksi usaha
Serangakaian transaksi yang berkaitan dengan operasi perusahaan. Contoh : pembelian barang dan pembelian peralatan.

Selasa, 29 Mei 2012

Standar Akuntasnsi Keuangan (SAK)

Penyusun laporan keuangan pada setiap ahir periode akuntansi harus dibuat dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah standar ukuran pedoman , metode, dan teknik akuntansi yang mengatur penyusunan laporan keuangan, khususnya yang ditunjukan kepada pihak ekterm perusahaan.
adapun persyaratanya penyusunan laporan keuangan, yaitu sebagai berikut:

1. syarat kualitatif
syarat kualitatif laporan keuangan sebagai berikut:
  • tepat waktu, artinya laporan keuangan harus secepat mungkin disajikan sebagai dasar pengambilan keputusan.
  • netral dan lengkap, artinya laporan keuangan dapat menyajikan seluruh data akuntansi.
  • daya uji benar.
  • relevan, artinya laporan keuangan harus sesuai dengan tujuan operasional
  • mudah dimengerti, artinya mudah dan jelas dalam perusahaan.
  • memiliki daya banding, artinya dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya.
2. syarat umum
syarat umum laporan keungan antara lain, sebagai berikut:
  1. dapat memberikan informasi mengenai perusahaan harta, utang, dan menjalankan akuntansi yang berguna bagi pengguna laporan.
  2. dapat memberikan informasi keuangan yang dipercaya mengenai aktiva, kewajiban dan modal, serta pendapatan dan beban.

Senin, 28 Mei 2012

Bidang-Bidang Akuntansi dan Profesi Akuntansi

pertumbuhan ekonomi dan semakin kompleknya masalah dalam perusahaan oleh kemajuan teknologi, perundang-undangan. Akuntan mengkhususkan pada keahlian bidangnya.
Pengelompokan bidang akuntansi :

Akuntansi keuangan (Financial Accounting)

Akuntansi keuangan disebut juga sebagai akuntasi umum yaitu akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi perusahaan dan penyusunan laporan keuangan secara berkala yang berprinsip pada akuntansi. Laporan itu dapat digunakan sebagai informasi kepada pihak ekternal dan internal perusahaan.

Akuntansi pemeriksaan (Auditing Accounting)
Akuntasi pemeriksaan merupakan akuntasi yang berhubungan dengan pemeriksaan keuangan atau akuntasi umum.

Akuntasi manajemen (Management Accounting)
Titik sentral pada akuntasi manajemen adalah informasi untuk pihak-pihak internal perusahaan. Kegunaan akuntansi manajemen antara lain: mengendaliakan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas dan manilai alternatif dalam pengambilan keputusan. Misalnya : dalam penetapan harga jual, pembelanjaan, metode produksi, dan investasi.

Akuntansi biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang menekankan pada kegiatan penetapan biaya dan kontrol atas biaya, terutama yang berhubungan dengan biaya produksi suatu barang. Disamping itu, salah satu fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisi biaya, baik yang telah dikeluarkan maupun yan direncanakan akan dikeluarkan untuk digunakan oleh pemimpin perusahaan sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan serta alat untuk membuat rencana dimasa datang.

Akuntasi perpajakan (Tax Accounting)

Bidang akuntansi perpajakan menyusun pemberitahuan pajak seta mempertimbangkan konsekuensi pajak dari transaksi usaha yang direncanakkan.

Akuntansi anggaran (Budgeting Accounting)
Akuntansi anggaran adalah akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu pada masa mendatang serta analisis dan pengontrolanya.



Profesi Akuntansi

Akuntansi merupakan sebuah profesi untuk lebih profesional menspsialisasikan dirinya pada bidang tertentu yang ada pada akuntansi. Para akuntan pada bidang tertentu memiliki gelar akuntan menunjukan gelar profesinya keahlianya.

Secara garis besar akuntan dapat dikelompokan sebagai berikut:

Akuntan publik (Public Accounting)

Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasa atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bebas dan umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit) misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen. Setelah memberikan audit, akuntan publik memberikan pendapat apakah laporan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku di indonesia.

Akuntansi internal (Internal Accounting)
Akuntansi internal adalah akuntasi yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi disebut juga sebagai akuntan perusahaan. Jabatan itu dimulai dari satf biasa sampai kepala bagian akuntansi atau direktur keuangan. Tugas mereka adalah menyusus sistem akuntansi, laporan keuangan untuk pihak-pihak ekternal, laporan perusahaan untuk pemimpin perusahaan, anggaran, menagani masalah perpajakan, dan melakukan pemeriksaan internal.

Akuntan pemerintah
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga pemerintahan. Misalnya Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), badan pengawas keuangan (BPK) dan Kantor Pajak.

Akuntan pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntasi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.

Tugas perusahaan (Kewajiban Perusahaan )

Setiap perusahaan atau organisasi, baik yang mencari keuntungan atau laba dan organisasi yang tidak mencari laba diwajibkan membuat dan melaksanakan pembukuan serta laporan keuangan atas kegiatan yang telah dilaksanakan.

Dasar-dasar mengenai kewajiban menyelengarakan pembukuan bagi perusahaan –perusahaan di indonesia yaitu sebagai berikut:
  1.  Kitab Undang-Undang Hukum Dagang Pasal 6 Ayat 1 yang bunyinya” Bahwa setiap orang menjalankan perusahaan, pengusaha wajib membuat catatan tentang harta kekayaan, sehingga setiap saat dapat diketahui segala hak dan kewajiban pengusaha". 
  2. Undang–Undang No. 6 Tahun 1983 Pasal 28 Ayat 1 yang bunyinya” Orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas diIndonesia,harus mengadakan pembukuan guna menyajikan keterangan –keterangan yang mencangkup untuk menghitung penghasilan kena pajak”. 
  3. Undang–Undang No. 2 Tahun 1983 Pasal 13 Ayat 1 berbunyi” Wajib pajak dalam negeri yang memperoleh penghasilan dari usaha wajib menyelenggarakan pembukuan di indonesia sehingga dapat di hitung besarnya penghasilan kena pajak".

Perusahaan indonesia wajib dan harus melaksanakan akuntansi karena memberikan manfaat sebagai berikut:

a. Dapat mengetahui dengan tepat besarnya laba dari usahanya.
b. Mudah untuk mengetahui maju atau mundurnya perusahaan.
c. Merupakan dasar yang kuat bila ada sengketa dengan kantor pelayanan pajak.

Minggu, 27 Mei 2012

Pemakaian informasi akuntasi dan kegunaanya

 Pemakaian informasi akuntasi

Akuntasi sangatlah diperlukan menurut ikatan akuntans indonesia (AIA) dalam bukunya standar akuntansi keuangan (2002:2-3) pihak ektrem yang membutuhkan informasi akuntansi adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasol, kreditur, pelanggan dan pemerintah.

Pemakai internal

Pemakai internal adalah pihaka yang menyelenggarakan usaha, seperti rumah tangga konsumsi (RTK) dan rumah tangga produksi (RTP). Dalam hal ini adalah pimpinan perusahaan (Manajer) yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan.

Pemakai ekternal

Pihak ektern yang merupakan pemakai ekternal dari infomasi akuntansi terdiri dari atas bebagai pihak sebagai berikut:

a) Pemilik

Pemilik atau calon pemilik sangat membutuhkan informasi akuntansi untuk mengetahui keadaan suatu perusahaan dari waktu ke waktu dengan tujuan memperoleh keuntungan.

b) Manajer

Seorang manajer perusahaan membutuhkan data akuntansi untuk menyusun perencanaan perusahaan, mengevaluasi kemajuan perusahaan yang telah dicapai perusahaan dan melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.

c) Investor dan calon investor

Bagi investor informasi akuntasi diperlukan untuk membuat keputusan apakah mempertahankan ,menjual kepemilikan sahamnya disebuah perusahaan.

d) Pemerintah

Informasi akuntansi diperlukan untuk menetapkan berapa besarnya pajak yang pada perusahaan itu.

e) Kreditor dan calon kreditor

Kreditur berkepentingan terhadap keamanan dana yang dipinjamkan dan tingkat penghasilan yang akan diperolehnya. Informasi akuntansi diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam pemberiaan keputusan penetapan kredit.

f) Karyawan atau pegawai

Informasi akuntasi diperlukan untuk mengetahui posisi keuangan serta stabilitas dan probilitas perusahaan. Hal ini penting menyangkut terjaminya tingkat hidup dan masa depan pegawai.

g) Organisasi nirlaba

Meski organisasi nirlaba tidak berorientasi pada laba, informasi akuntansi juga masih diperlukan untuk membuat anggaran, membayar karyawan, dan membayar beban lainya.
Kegunaan informasi akuntasi

Kegunaan informasni akuntasi sebagai berikut:
  • Membuat perencanaan yang efektif, sekaligus mengadakan pengawasan serta mengambil keputusan yang tepat oleh manajemen. 
  • Pertanggungjawaban entitas kepada investor, kreditor, pemerintah dan yang lainya. 
  • Untuk bahan menyusun perencanaan kegiatan perusahaan. 
  • Untuk mengendalikan perusahaan. Sebagai dasar membuat keputusan bagi manajemen.

Kamis, 24 Mei 2012

Pengertian akuntansi

Akuntasi sering disebut sebagai bahasa bisnis (bussines language) atau yang lebih tepatnya sabagai bahasa pengambil keputusan. Semakin seorang mengusai bahasa ini, maka akan semakin baik pula orang tersebut menangani berbagai aspek keuangan dalam kehidupan.

Akutansi berasal dari kata bahasa inggris account artinya memperhitungkan atau mempertimbangkan dan mempertanggungjawabkan perusahaan kepada pemilik perusahaan atas kepercayaan menjalankan perusahaan.

Adapun definisi akuntansi secara luas sebagai berikut:

1. Menurut Amerika Institut Accounting of Certified Accountantans (AICPA)

    Akutansi adalah seni pencatatan , pengelompokan dan pengiktisaran menurut cara yang berarti yang dinyatakan dalam satuan uang dan kejadiaan yang bersifat keungan dan kemudian menafsirkanya.

2. Menurut Amerika Accounting Asosiation

    Akuntasi adalah proses pengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk mengadakan penilaian yang keputusan yang jelas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Jadi dapat disimpulkan akuntasi adala suatu seni pencatatan, pengelompokan, penganalisisan, penyajian laporan keuangan, dan penafsiran keuangan dari peristiwa finansial yang terjadi di rumah tangga perusahaan dengan cara yang sistematis.

Selain itu pengertian akuntasi juga dapat ditinja dari sudut pandang penggunan akuntasi, adapun pencatatan akuntasi dilakukan dengan pedoman sebagai berikut.

1. Berdasarkan sumber atau dokumen yang nyata, yaitu faktur, kwitansi, nota, dan lain-lain.
2. Untuk mencegah kelalaian, pencatatan dikerjakan pada hari peristiwa transaksi itu.
3. Pencatatan dilakukan serapi mungkin demi kemudahan penyajian jika sewaktu-waktu diperlukan.

Akutansi sebagai sistem informasi

Akutansi sebagai alat bantu pengambil keputusan ekonomi suatu perusahaan dan didasari oleh semua pihak yang berkepentingan. Tidak dapat dipungkiri sebagian informasi yang diperlukan para manajer modern adalah informasi akuntansi. Para manajer dituntut untuk mempunyai kemampuan menganalisis dan mengunakan data akuntasi.

Untuk memamahami data akuntansi yang memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang sangat diperlukan oeleh suatu perusahaan dalam mengambil keputusan ekonomi.

Sejarah perkembangan akuntasi

Seorang berkembangsaan italia luka pacioli menyusun buku akuntasi dengan judul Summa de Aritmatika, Geometri, propetion et propeonalita, dalam suatu bab yang bejudul “ Tractatus de cumputis at scritori” ia mengatakan dan memperkenalakan pembukuan yang berpasangan yang disebut dengan sistem kontinental. Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua pasang transaksi yang membentuk suatu pemikitan yang berimbang. Praktik mencatat akuntansi dalam arti mencatat kejadian. Dengan sistem ini perusahaan mendapat gambaran laba-rugi perusahaan, kekayaan perusahaan, serta hak pemilik.

Menurut pendapat Mattessich dalam (harahap, 1997) mengatakan double entry sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Revolusi inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif bagi akuntansi. Pada tahun 1845, undang –undang perusahaan yang pertama di inggris untuk memgatur organisasi dan perusaaan. Dalam undang-undang tersebut diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang. Mengeluarkan saham, membayar hutang, dan bertindak sebagaimana perseorangan. Keadaan-keadaan inilah yang perlu laporan baik sebagai informasi dan pertanggung jawaban.