Tampilkan postingan dengan label Manajemen Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Keuangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Agustus 2012

Peran Manajemen Keuangan dalam Pengembangan Usaha


A. Definisi Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.

Beberapa Definisi manajemen keuangan diberikan sebagai berikut:
a. Liefman: Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
b. Suad Husnan: Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
c. Grestenberg: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the profits business are distributed.
d. James Van Horne: Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
e. Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syaratsyarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

Dari Pengertian Manajemen keuangan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa manajemen keuangan berhubungan dengan tiga aktivitas (fungsi) utama:
a. Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk:
- Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi.
- Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan.
b. Raising of funds (aktivitas perolehan dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana balk dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen. Sumber dana pada perusahaan secara keseluruhan:
c. Manajemen assets (aktivitas pengelolaan aktiva) yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva harus dikelola seefisien mungkin.

B. Tiga Keputusan Yang Diambil Manajemen Keuangan

Ada tiga keputusan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan mengenai dividen. Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.
Keterangan lebih lanjut dari masing-masing keputusan sebagai berikut: (Van Horne)

1. Financing dicision: keputusan pendanaan atau pembelanjaan pasif
• Implementasi dari rasing of funds, meliputi besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana serta, persyaratan-persyaratan yang timbul karena penarikan dana tersebut.
• Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan dari neraca.
• Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi: saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payable atau open account), utang wesel (notes payable), utang gaji, utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.

2. Investmenf Dicision: keputusan investasi atau pembelanjaan aktif
• Implementasi dari allocation off funds.
• Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap.
• Tercermin di sisi aktiva (kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.

3. Dividen Policy: keputusan mengenai dividen
• Berhubungan dengan penentuan prosentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend.
• Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham.

C. Tanggung Jawab Staf Keuangan

Tugas staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehinggadapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham & Houston: 2006, 18) yaitu:
1. Peramalan dan perencanaan: mengkoordinasi proses perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.
2. Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan: membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.
3. Koordinasi dan kontrol: berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.
4. Berinteraksi dengan pasar keuangan: berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.
5. Manajemen risiko: bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara lceseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.

D. Tujuan Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi penilaian keefisienan (Sartono: 2000, 3) yaitu:

1. Tujuan normatif manajemen keuangan adalah mazimization wealth of stockholders atau memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
• Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.
• Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.
• Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditor dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan.
• Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih menekankan pada aliran kas daripada laba bersih dalam pengertian akuntansi.
• Tidak mengabaikan social objectives dan kewajiban sosial, seperti lingkungan eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan produk.

2. Nilai perusahaan yang belum go-publik dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut dijual. Jadi tidak hanya nilai asset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan juga tingkat risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungan kerja dan sebagainya. Indikasi nilai perusahaan adalah:
• Perusahaan belum/tidak go-publik: harga seandainya perusahaan dijual
• Perusahaan go-publik: harga saham yang dijual belikan di pasar modal.

3. Dari indikasi tersebut dapat ditarik pengertian:
a. Memaksimalisasi nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalisasi laba:
• Perusahaan bisa saja meningkatkan laba dengan cara mengeluarkan saham dengan hasll penjualan saham diinvestaslkan pada deposlto atau obligasi pemerintah. Dengan cara ini dijamin laba akan besar tetapl keuntungan per lembar saham akan menurun, karena jumlah lembar saham yang beredar bertambah, sehlngga kondlsl perusahaan tldak balk.
• Terminologl profit memlllki pengertian ganda, dlsebabkan terdapat banyak definlsl profit.

b. Memaksimalkan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalkan laba per lembar saham (earning per share = EPS) alasannya:
• Tujuan memaksimalisasi laba tidak memperhatikan waktu dan lamanya keuntungan yang diharapkan.
• Tidak mempertimbangkan risiko atau ketidakpastian dari keuntungan di masa yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko yang besar, maka kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan penurunan harga saham.

Strategi Marketing Dengan Biaya Murah


Strategi marketing yang baik adalah menghasilkan profit yang sebesar-besarnya dengan biaya yang serendah-rendahnya (Low Cost Marketing). Dalam hal ini yang diperlukan adalah antisipasi kebutuhan pasar dan kreativitas mendesain strategi pemasaran. Pasar senantiasa berubah, cara orang membuat keputusan untuk berbelanja pun berubah dan pesaing pun bertambah banyak. Yang sering terjadi adalah banyak orang yang tidak sadar akan perubahan yang begitu cepat sehingga sudah terlambat untuk berubah.

Menghadapi kondisi pasar yang demikian, strategi marketing yang dilakukan adalah selalu cepat bereaksi, cepat membuat keputusan untuk melakukan efficiency dan fokus kepada konsumen-konsumen yang memberikan margin yang tinggi dan memberi nilai tambah dalam service dan memastikan konsumen puas berbisnis dengan anda.

Banyak peluang untuk meningkatkan profit di bisnis Anda, jika Anda fokus dengan target pasar atau ‘Niche’ yang mampu memberikan profit yang Anda inginkan. Salah satu strategy marketing jitu yang kurang dibicarakan adalah the power of word of mouth, ini terbukti sangat effective dan low-cost. Marketing bukan iklan, marketing juga soal kreativitas atau marketing bukan tentang ‘branding’ tapi marketing ‘is about creating profits’.

Jadi untuk bisa mengalami terobosan di bisnis Anda harus mempunyai strategy marketing yang low-cost dan memberikan dampak yang horizontal. Anda perlu memperhatikan pelanggan-pelanggan Anda yang sekarang dan memberikan mereka pelayanan yang luar biasa sehingga mereka menjadi ‘penjual’ bagi Anda.

3 Tips Untuk meningkatkan pemasaran anda :

* Buatlah sistem komisi yang menarik sehingga bagi mereka yang berjualan untuk Anda bisa memanfaatkan ini sebagai ‘extra income’.

* Bangun hubungan emosional dengan pelanggan Anda sehingga mereka akan menjadi bagian dari Anda.

* Mengedukasi ke pelanggan anda bahwa siapa saja yang akan mendapatkan benefits terhadap penggunaan product/service Anda. Dan jika mereka mengenal orang-orang yang seperti ini, sekiranya bisa memperkenalkan mereka kepada Anda.(Galeriukm).

Sumber: http://www.benabadi.com/marketing-handal-strategi-marketing-low-cost/

Merancang Masa Depan Dengan Perencanaan Keuangan


Menuju kebebasan finansial terletak pada kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan dengan baik. Pemasukan yang besar tidak menjamin seseorang bebas dari masalah keuangan, jika tidak diiringi dengan manajemen dan perencanaan keuangan yang baik. Ini berlaku bagi kehidupan pribadi maupun kehidupan bisnis dalam level apapun. Bisnis usaha kecil, bisnis rumahan atau bisnis besar. Masa depan keuangan kita tergantung pada bagaimana kita merencanakan, mengelola dan menggunakan sumber daya keuangan yang kita miliki. Biasanya orang dengan pemasukan besar memiliki pengeluaran yang besar pula, yang pada akhirnya akan sama saja, memiliki pemasukan yang besar dengan pemasukan yang kecil. Dalam kehidupan pribadi maupun bisnis sangat penting untuk membuat perencanaan keuangan secara baik agar masa depan kita baik.

Dalam hal mengelola keuangan sebaiknya kita menggunakan maksimal 55% dari gaji yang kita terima setiap bulannya untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, alangkah baiknya jika kita juga terus membiasakan diri untuk memiliki pola hidup yang sederhana. Sebagai contoh, jika ada di antara Anda yang belum memiliki rumah dan karena satu dan lain hal harus tinggal di tempat kost, setidaknya beberapa ratus ribu rupiah sudah pasti terpotong dari gaji Anda selama sebulan. Untuk itu, Anda bisa menyiasatinya dengan mencari tempat kost di daerah yang tidak terlalu mahal, walaupun untuk itu Anda mungkin perlu sedikit “prihatin”, dalam arti Anda memilih tempat kost yang hanya memiliki kipas angin, karena tempat kost yang menyediakan AC sudah pasti lebih mahal harganya.

Lalu selain tempat tinggal, kita juga perlu memikirkan tentang makan sehari-hari atau kebutuhan kita setiap bulan. Jika kita berbelanja kebutuhan sehari-hari di supermarket, harganya pasti akan lebih mahal dibanding jika kita berbelanja di toko serba ada. Begitu pula jika kita memasak sendiri di rumah akan jauh lebih hemat daripada makan di luar. Memang mau tidak mau dibutuhkan usaha ekstra jika kita ingin melakukan penghematan, tapi seandainya kita rela melakukan tindakan-tindakan penghematan seperti itu, kita akan memiliki sisa uang atau kesempatan menabung yang lebih besar lagi. Semakin banyak yang bisa kita tabung, semakin besar pula kesempatan kita untuk berinvestasi.

Modal dan Investasi

Bicara tentang modal dan investasi, ada baiknya kita melakukan semacam pengelompokan, sehingga dari pengelompokan ini kita bisa menimbang investasi apa yang bisa kita kerjakan. Sebagai contoh: Jika modal kita di bawah 5 juta rupiah, maka jenis investasi yang tersedia akan berbeda dibandingkan jika kita memiliki modal 10-15 juta atau bahkan 50 juta ke atas. Katakanlah modal kita di bawah 10 juta, kita bisa menimbang jenis investasi yang ingin kita lakukan berdasarkan kebutuhan yang ada di masyarakat sekitar kita.

Sebagai contoh: apabila kita tinggal di lingkungan di mana banyak terdapat anak muda dan tempat kost-kostan, kesempatan investasi yang paling bagus antara lain adalah jasa cuci pakaian atau laundry. Kita bisa mulai menghitung, untuk pakaian 1 kg, berapa banyak sabun yang kira-kira dibutuhkan dan berapa besar listrik yang terpakai untuk menyeterika. Dari situ kita juga bisa mencari seseorang untuk membantu kita mencuci, atau jika kita tidak ingin menyewa orang, berapa besar biaya operasional yang harus kita keluarkan jika menggunakan mesin cuci? Dari perhitungan tersebut, kita bisa mengetahui berapa harga yang akan kita patok per kilogramnya untuk pelanggan kita. Selain itu, mungkin kita tidak perlu mengambil profit margin yang terlalu besar tetapi kita lebih mengejar omzetnya.

Ada banyak peluang usaha lain yang bisa kita ambil dan semua itu dapat didasarkan dari kebutuhan-kebutuhan yang ada di sekeliling kita. Karena itu, kita perlu terus mengasah kemampuan dalam menganalisa dan membuat pengamatan, sehingga akan jauh lebih mudah untuk melihat peluang yang ada sesuai dengan “ketebalan dompet” dan waktu yang kita miliki. Sektor riil bisa kita manfaatkan berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang ada, karena di mana ada kebutuhan, akan selalu ada kesempatan untuk memenuhi kebutuhan itu dan menjadikannya sebagai peluang bisnis.Dengan modal di bawah 5 juta, alternatif investasi selain di sektor riil adalah pasar saham yang juga cukup menjanjikan. Dengan modal di bawah 10 juta kita tetap bisa memanfaatkan kesempatan-kesempatan di pasar saham. Yang kita perlukan hanyalah mempelajari fluktuasi yang ada sehingga kita tetap bisa mengambil keuntungan dari setiap situasi yang terjadi.

Di sisi lain, tidak ada salahnya jika kita menyimpan sebagian uang di bank, karena bagaimanapun juga kita perlu memiliki cashflow. Jika kita menyimpan cashflow dalam bidang investasi, kita tidak bisa mengambilnya sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Jika suku bunganya menjanjikan, kita juga bisa “memarkirkan” uang kita di bank dalam bentuk deposito ataupun reksa dana. Tapi dalam kondisi sekarang ini, sebaiknya jangan terlalu lama atau terlalu banyak memarkirkan uang kita di bank. Pihak Bank sendiri memang sengaja menurunkan suku bunga, dengan harapan agar dana-dana yang selama ini diparkirkan oleh banyak pihak di bank bisa mulai ditarik untuk kemudian diinvestasikan di sektor riil, sehingga akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di sektor riil. Sebaiknya sekitar 15-20% dari total tabungan yang ada bisa kita pakai untuk diinvestasikan, sementara sisanya tetap disimpan sebagai cashflow di tabungan, sambil menunggu adanya peluang-peluang investasi yang lebih bagus lagi.

Satu tips lagi, jika kita punya tabungan yang agak berlebih, sebaiknya jangan diinvestasikan di satu jenis investasi saja. Mungkin pada awalnya kita memulai dengan satu investasi saja, tetapi pastikan profit yang kita dapatkan dari investasi tersebut kita bisa tabung – jangan dipakai untuk memperbesar cashflow atau untuk meningkatkan gaya hidup. Dengan demikian, kita akan memiliki uang yang cukup jika di kemudian hari ada peluang investasi yang bagus terbuka di hadapan kita, sehingga kita bisa memiliki multiple-income – pendapatan kita bukan hanya dari satu sumber saja, melainkan dari beberapa sumber.

Jika ada orang yang tidak pernah tertarik untuk menabung, hal itu bisa disebabkan karena ia memang tidak terbiasa menabung. Jadi yang perlu kita lakukan hanya membiasakan diri saja. Lalu, jika ditanya “Bagaimana agar saya tertarik?” cara yang paling sederhana adalah: coba mulai pikirkan apa saja keuntungan yang bisa Anda nikmati ketika Anda mulai menabung, dan apa saja keuntungan jangka panjang yang bisa Anda nikmati ketika tabungan Anda semakin bertambah dan Anda mulai memiliki kesempatan untuk berinvestasi sehingga pundi-pundi dan cashflow Anda semakin bertambah besar (yang tentu saja berujung pada terciptanya kehidupan yang lebih baik).

Budaya Investasi yang Ditanamkan Sejak Dini

Budaya investasi bisa ditanamkan sejak dini dalam diri anak-anak. Meskipun di sekolah kita diajarkan berhitung, namun kita hampir tidak pernah diajarkan tentang cara mengelola uang. Sebagai akibatnya, anak-anak yang ada –bahkan kita para orangtua– hampir tidak pernah bisa mengelola keuangan dengan baik. Jangankan berinvestasi, memastikan agar bulan ini tidak berhutang saja sering kali menjadi pergumulan bagi kita. Di Indonesia saat ini sudah ada sebuah program pendidikan finansial yang sedang dipersiapkan, yang dikhususkan bagi anak-anak berusia 9-18 tahun, di mana mereka akan diajarkan tentang cara mengelola uang, bahkan tentang berinvestasi.

Sepanjang yang saya amati, kita hampir tidak pernah melihat anak usia 10 tahun berjualan –bukan karena mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu, melainkan dalam arti mereka memulai usaha sendiri dari berjualan itu. Hal ini terjadi karena anak-anak yang berasal dari keluarga yang cukup mapan –terlebih jika mereka sudah menempuh pendidikan yang baik– hampir tidak pernah diijinkan untuk berpikir tentang bagaimana harus mencari uang. Orang tua sering kali berkata, “Tugas kami sebagai orangtua untuk mencari uang, kamu cukup belajar yang rajin di sekolah supaya mendapat nilai yang bagus.” Padahal, statistik menunjukkan –dan Bank sendiri sudah mulai mengeluarkan kartu kredit khusus untuk anak-anak– bahwa budaya yang dibangun dalam diri anak-anak sekarang ini justru budaya konsumtif, sehingga mereka hanya tahu bagaimana membelanjakan uang mereka. Nah, program pendidikan finansial yang akan segera di-launching ini akan menolong mempersiapkan dan mengajarkan anak-anak kita, mulai dari usia 9 tahun sampai kurang lebih 17 tahun, tentang bagaimana mengatur uang yang mereka terima dari orangtua mereka, baik itu uang jajan atau uang untuk bermain, sekaligus melatih mereka sampai mereka bisa membuat sebuah business plan.

Di kota besar seperti Jakarta, banyak ibu rumah tangga yang mau tidak mau harus bekerja karena tuntutan ekonomi. Di sisi lain, dengan bekerja di luar, mereka harus menggunakan jasa seperti pembantu rumah tangga, babysitter, catering, dan lain sebagainya yang tentunya menyebabkan pengeluaran ekstra. Alangkah baiknya jika ibu-ibu rumah tangga mulai membuat catatan pengeluaran untuk dibandingkan dengan jumlah gaji yang diterima. Contoh: untuk seorang babysitter kita membutuhkan 350 ribu rupiah, lalu seorang pembantu rumah tangga juga 350 ribu rupiah, dan catering selama sebulan 500 ribu rupiah. Jika jumlah tersebut ditotal, maka pengeluaran tetap kita setiap bulan adalah 1.200.000, belum lagi kebutuhan-kebutuhan yang lain. Jika ternyata gaji kita hanya 1.250.000, berarti kita hanya memiliki surplus sebesar 50 ribu dari total gaji yang kita terima dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran tadi. Ini sama dengan kerja rodi yang sangat tidak menguntungkan.

Namun akan berbeda jika sebagai ibu rumah tangga kita mulai mengembangkan kemampuan untuk melihat peluang-peluang investasi dan melakukan usaha, apalagi jika usaha tersebut bisa dilakukan dari rumah, sehingga kebutuhan akan babysitter dan pembantu rumah tangga bisa diminimalkan. Kita juga bisa memasak sendiri sehingga tidak memerlukan catering, sehingga ini akan semakin meminimalkan pengeluaran dan kita memiliki cashflow yang lebih besar lagi.

Ada banyak sekali peluang usaha di sekeliling kita. Ketika kita mengasah kemampuan untuk menganalisa dan membuat pengamatan, ditambah sense of business yang tajam, maka kita akan bisa memperoleh sumber pendapatan yang baru bagi hidup kita sehari-hari.(Galeriukm).

Sumber:
Merencanakan Keuangan, Merancang Masa Depan, Steven Agustinus, http://www.andriewongso.com/artikel/viewarticleprint.php?idartikel=2354

Merencanakan Keuangan Bisnis


Segala sesuatu di dalam hidup ini harus direncanakan dengan baik dan matang. Di dalam menjalankan usaha tentu sudah menjadi keharusan untuk membuat rencana bisnis yang baik dan berpotensi mendatangkan keuntungan. Bisnis Usaha kecil biasanya merupakan bisnis yang dilakukan secara tradisional, mengalir begitu saja sesuai dengan kebiasaan dan naluri pelakunya. Tetapi sesungguhnya menjalankan bisnis Usaha Kecil tidak bisa dielakkan dari sebuah perencanaan bisnis yang matang. Salah satu perencanaan yang penting bagi kelangsungan bisnis Usaha kecil adalah Merencanakan Keuangan Bisnis Usaha Kecil. Biasanya pada usaha kecil keuangan pribadi dan keuangan perusahaan bercampur menjadi satu, pengeluaran untuk usaha sulit dibedakan dengan pengeluaran untuk keperluan pribadi. Karena Usaha kecil adalah sebuah bisnis pribadi tentu saja menjadi hak dan tanggung jawab penuh pelaku bisnis untuk menggunakan keuangan. Hal inilah yang seringkali membuat bisnis usaha kecil menjadi tidak maju dan bahkan gulung tikar.

Secara sederhana sebuah bisnis yang sehat bisa dilihat dari aliran kas keuangan masuk dan keluarnya, idealnya arus uang masuk harus lebih besar dibandingkan arus kas keluar. Merencanakan Keuangan Bisnis penting untuk membuat arus kas berjalan dengan baik dan benar. Dengan perencanaan keuangan bisnis yang baik aliran dana dapat terkontrol dan dapat dievaluasi secara mudah dan terukur. Selanjutnya dapat diambil tindakan-tindakan dengan segera jika terjadi kekeliruan atau penyimpangan. Setelah memiliki Rencana Keuangan Bisnis yang baik tinggal proses manajemen keuangan. Manajemen Keuangan adalah aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai dengan tujuan perusahaan secara menyeluruh

Sebelum Merencanakan Keuangan Bisnis, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan identifikasi rencana alokasi pendapatan. Dengan membuat identifikasi awal akan membantu kita membuat rencana keuangan yang cukup realistis dan mungkin untuk dilaksanakan.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk Merencanakan Keuangan Bisnis :

1. Buat perhitungan cermat mengenai pengeluaran anda selama sebulan, di sini anda harus memisahkan antara pengeluaran pribadi dan bisnis anda
2. Hitung seluruh penghasilan anda, di sini untuk pembiayaan keuangan pribadi anda dan keluarga anda dapat menggaji diri anda sendiri dan dari gaji itu anda dapat membiayai pengeluaran pribadi
3. Tulis dengan cermat selisih diantara keduanya

Beberapa saran untuk membuat Rencana Keuangan yang baik

1. Hitung ulang seluruh hutang anda dan pisahkan antara hutang untuk konsumsi pribadi dan bisnis. Apabila jumlah hutang anda di atas 30% dari total penghasilan, hal ini mengindikasikan bahwa keuangan anda tidak sehat

2. catat seluruh penghasilan yang anda terima dan pengeluaran anda selama beberapa bulan dan cermati hasilnya. Di sini anda dapat melihat pengeluaran apa saja yang memang menjadi kewajiban seperti transportasi, belanja bulanan, makan dll dan yang sifatnya hanya terjadi sewaktu-waktu.

3. Targetkan seberapa besar pengeluaran dan jangan melebihinya

4. Mulailah untuk memisahkan sejumlah uang untuk ditabung, dalam hal ini anda juga harus memisahkan antara tabungan pribadi tentunya untuk tujuan pribadi dan profit bisnis.

5. Anda harus menetapkan tujuan keuangan anda baik untuk pribadi maupun untuk bisnis misalnya saja anda berencana untuk menikmati liburan di Bahama 3 tahun lalu dan untuk bisnis, anda berencana untuk membuka 10 outlet tambahan dalam jangka waktu 3 tahun.

6. Pisahkan antara tabungan pribadi dan tabungan bisnis, buatlah rekening bank berbeda. Bahkan anda dapat membuat beberapa rekening bank untuk beberapa tujuan misalnya rekening A untuk rencana liburan, rekening B untuk profit bisnis, rekening C untuk dana pendidikan anak, rekening D untuk dana pensiun dll.

7. Jangan lupakan investasi untuk dana pensiun anda. Buatlah perencanaan kapan anda ingin pensiun dan hitung berapa biaya hidup nantinya serta seberapa besar yang harus anda sisihkan untuk dana pensiun.

8. Bijaklah terhadap hutang dan pengeluaran tak perlu. Apabila anda berhutang untuk menambah modal maka anda harus menghitung risiko serta keuntungan yang anda terima apabila anda meminjam uang untuk modal.

9. Disiplin terhadap apa yang anda targetkan dan tertulis di perencanaan keuangan anda. (Galeriukm).

Sumber: http://yea.co.id/rencanakan-keuangan-bisnis-anda.html

Merencanakan Keuangan


Banyak usaha kecil yang sebenarnya memiliki prospek bagus dan memiliki potensi keuntungan besar, akhirnya gagal karena perencanaan dan penggunaan keuangan yang kurang baik. Karena itulah penting dalam menjalankan bisnis usaha kecil melakukan perencanaan keuangan yang baik. Perencanaan keuangan merupakan suatu proses penetapan tujuan, membangun suatu rencana untuk mencapainya dan melaksanakan yang telah direncanakan. Membutuhkan suatu pedoman agar dapat menghandle semuanya yang berhubungan dengan uang, baik itu pengeluaran, saving, berhutang dan invetasi. Perencanaan Keuangan adalah proses bagaimana mengelola uang dan belajar tentang proses perencanaan keuangan. Orang mapan finansial tidak tercipta dalam semalam, mereka mempunyai sebuah perencanaan keuangan yang baik dan tentu saja melaksanakannya.

Langkah-langkah perencanaan keuangan:

Langkah Pertama Tetapkan tujuan keuangan yang SMART

Hal pertama yang dilakukan adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan merupakan pengeluaran yang harus dilakukan untuk memenuhi konsumsi dasar. Sedangkan, keinginan adalah hal-hal yang ingin kita dapatkan diluar konsumsi dasar yang membuat hidup lebih menarik dan menyenangkan, tapi kita dapat hidup tanpanya jika kita mau.

Jadikan SMART sebagai tujuan. Kita telah menyadari bahwa suatu tujuan adalah sesuatu yang menjadi target. Sesuatu yang dicita-cita kan, ingin lakukan atau sesuatu yang ingin diperoleh dimasa mendatang. Sehingga hal tersebut mengarahkan kepada sasaran yang telah ditetapkan. Ketika tujuan tersebut tercapai, timbul kepuasan yang membuat kita ingin mencapai tujuan yang lebih tinggi dan besar lagi. Sekarang dapat terlihat bahwa menetapkan tujuan yang jelas dan terarah merupakan kunci sukses dalam hidup.

Specific – spesifik
Measurable –terukur
Attainable –dapat dicapai
Realistic –realistis
Time bound –jangka waktu

Satu hal lainnya yang harus kita tahu tentang tujuan yang ingin dicapai adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya. Tujuan yang ingin dicapai kurang dari tiga bulan dinamakan tujuan jangka pendek. Tujuan yang waktu pencapaiannya antara tiga sampai satu tahun dinamakan tujuan jangka menengah. Sedangkan tujuan jangka panjang adalah tujuan yang waktu pencapaiannya lebih dari satu tahun.

Langkah Kedua, Menganalisa Informasi: Kemana Uang Pergi

Langkah kedua didalam proses perencanaan keuangan adalah mengetahui posisi keuangan kita, dimana kita tahu berapa besar uang yang masuk dan berapa besar uang yang dihabiskan atau di saving.

Langkah Ketiga, Buat Perencanaan: Peta Keuangan

Bagaimana jika uang yang harus disisihkan setiap minggu di Tugas 1-1 lebih besar daripada uang yang diterima? Hal tersebut merupakan situasi yang hampir semua orang mengalaminya. Solusinya adalah menganalisa permasalahan dan buat keputusan yang terbaik.

Merencanakan keuangan terdiri dari banyak keputusan dan membuat keputusan yang berhubungan dengan uang merupakan suatu tantangan karena berhubungan dengan banyak aspek. Contohnya catatan keuangan. Banyak hal yang bisa mempengaruhi keputusan, seperti mood, nilai-nilai yang dipegang, budaya, kebiasaan dan pendapat dari teman dan orangtua.

Langkah Keempat, Pelaksanaan Rencana yang telah dibuat: Wujudkan

Sekarang kita telah mempunyai sebuah rencana, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana melaksanakannya. Tentu saja, mengetahui apa yang harus dilakukan, lalu melakukannya memerlukan suatu tantangan tersendiri, yaitu disiplin.

Langkah Kelima, Menganalisa dan Mereview Rencana yang Telah dibuat: Tetap Pada Jalur

Perencanaan yang telah dibuat dan dilaksanakan, perlu dilakukan review untuk mengetahui apakah kita masih tetap pada jalurnya. Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah mereview rencana dan kemajuan yang telah di lakukan secara rutin, setiap dua minggu sekali atau sebulan sekali. Semakin sering kita lakukan review, semakin cepat kita dapat mengetahui jika yang telah keluar jalur.

Sumber : http://galeriukm.web.id/manajemen-keuangan/merencanakan-keuangan

Manajemen Keuangan Pribadi Sebelum Memulai Bisnis Sampingan


Satu aspek penting yang perlu Anda perhatikan sebelum mengambil sebuah peluang bisnis sampingan adalah manajemen keuangan pribadi Anda. Jangan sampai Anda mengalami kesulitan keuangan pada saat Anda menjalankan bisnis. Untuk itu, Anda harus melakukan beberapa langkah sebelum memulai sebuah bisnis.

Pertama, biasakan untuk mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan Anda. Ini mungkin terasa merepotkan, namun hal ini penting untuk mengetahui kondisi keuangan Anda yang sebenarnya. Banyak orang tidak sadar bahwa mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan yang buruk dalam hal keuangan. Misalnya, mungkin mereka mengeluarkan terlalu banyak uang untuk membeli pakaian baru. Atau mereka menghabiskan banyak uang untuk makan di luar. Dengan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, Anda akan dapat melihat dengan jelas pos-pos pengeluaran Anda dan di titik mana Anda perlu berhemat. Dengan demikian Anda dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan keadaan keuangan pribadi Anda.

Kedua, pastikan pengeluaran Anda lebih kecil daripada pemasukan. Hal ini mungkin tampak sederhana, tapi banyak orang yang tidak melakukannya. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan kartu kredit. Dengan menggunakan kartu kredit, banyak orang memiliki pengeluaran yang melebihi pemasukan. Anda perlu memastikan bahwa hal ini tidak terjadi pada diri Anda.

Ketiga, pastikan bahwa Anda memiliki dana cadangan yang cukup untuk keadaan darurat. Jangan sampai seluruh simpanan Anda dipakai untuk mengejar sebuah peluang bisnis sehingga saat keadaan tidak terduga terjadi Anda kelabakan. Para ahli keuangan biasanya menyarankan agar Anda memiliki dana cadangan sebesar 3-6 bulan biaya hidup Anda (beserta keluarga jika Anda sudah berkeluarga).

Keempat, kurangilah pengeluaran-pengeluaran yang bersifat konsumtif. Pengeluaran yang bersifat konsumtif hanya akan memberikan manfaat jangka pendek, namun banyak masalah keuangan yang bisa timbul di jangka panjang. Untuk melakukan hal ini, Anda mungkin perlu menyesuaikan gaya hidup Anda. Anda mungkin tidak bisa lagi membelanjakan uang seperti dulu. Tapi percayalah bahwa melalui pengorbanan tersebut Anda akan mendapatkan manfaat jangka panjang yang lebih besar.

Dengan melakukan tips-tips di atas, Anda dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesulitan keuangan saat menjalankan bisnis sampingan yang Anda pilih. Manajemen keuangan pribadi yang efektif berperan besar untuk membantu Anda mencapai kesuksesan.

Sumber : http://peluangbisnissampingan.com/manajemen-keuangan-pribadi/